Malam ini begitu sepi, dan memang seperti biasanya semua tetap sepi. Terkadang aku sempat bertanya di bagian bumi mana aku tinggal. Di bagian dunia aku menapak. Di bagian bumi mana aku sempat menghirup semua oksigen yang aku bisa. Tak perlu dijawab memang. Karena aku sendiripun sadar dimalam ini tak seorangpun tahu akan aku, dimana aku, dan sedang apa aku.
Aku buka buku-buku lama yang isinya pun tak kalah membosankan dibandingkan sampulnya yang tak begitu banyak warna. Dan tebalnya buku yang menurutku lebih cocok disebut dengan balok kayu atau mungkin bantal yang gunanya untuk menopang kepala ini. Walaupun memang tidak mungkin juga karena kalian tahu? buku itu keras sekali.
Dan satu hal lagi yang aku tahu tentang malam. Tentang warna tunggalnya. Warna langit yang sepenuhnya gelap. Warna awan yang sepenuhnya suram. Dan benda langit lainnya yang memiliki sifat sama itu.
Membosankan memang, hingga kuputuskan untuk mengambil buku tebal tadi dan lekas tidur.
^_^ masih celoteh pelangi
Aku buka buku-buku lama yang isinya pun tak kalah membosankan dibandingkan sampulnya yang tak begitu banyak warna. Dan tebalnya buku yang menurutku lebih cocok disebut dengan balok kayu atau mungkin bantal yang gunanya untuk menopang kepala ini. Walaupun memang tidak mungkin juga karena kalian tahu? buku itu keras sekali.
Dan satu hal lagi yang aku tahu tentang malam. Tentang warna tunggalnya. Warna langit yang sepenuhnya gelap. Warna awan yang sepenuhnya suram. Dan benda langit lainnya yang memiliki sifat sama itu.
Membosankan memang, hingga kuputuskan untuk mengambil buku tebal tadi dan lekas tidur.
^_^ masih celoteh pelangi
Komentar
Posting Komentar