Datang
lagi, setelah sekian lama entah kemana. Senyum singkat, dan selebihnya
hanya tatapan datar yang entah maknanya apa. Siapa? Akupun hanya tahu
sebagian. Dan sisanya masih tanya mengudara.
Cukup lama tak kunikmati tatapan itu. Menikmati? Untuk apa aku tertegun untuk hal semacam itu. Toh, angin masih tak jelas ke arah mana. Entah membawamu mendekat? Atau hanya membuat kata "kita" semakin asing ditelinga. Sudahlah, cerita inipun belum pernah dimulai. Lalu kata "usai" mana yang aku takuti. Biar saja menjadi tanda tanya. Selama aku bisa menikmati rindu. Biar tetap abu. Selama itu tak berarti hitam kelam yang membuatmu semakin tak bisa kupandang.
Cukup lama tak kunikmati tatapan itu. Menikmati? Untuk apa aku tertegun untuk hal semacam itu. Toh, angin masih tak jelas ke arah mana. Entah membawamu mendekat? Atau hanya membuat kata "kita" semakin asing ditelinga. Sudahlah, cerita inipun belum pernah dimulai. Lalu kata "usai" mana yang aku takuti. Biar saja menjadi tanda tanya. Selama aku bisa menikmati rindu. Biar tetap abu. Selama itu tak berarti hitam kelam yang membuatmu semakin tak bisa kupandang.
^_^ masih celoteh pelangi
Galia, 1 Februari 2016 pukul 00.40
Komentar
Posting Komentar