Judul buku : Seandainya
Penulis : Windhy Puspitadewi
Editor : eNHa
Proofreader : Christian Simamora
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desainer sampul : Dwi Anissa Aninthika
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2012
Jumlah halaman : xii + 226 halaman; 13 x 19 cm
***
Aku akan menjadi buih....
Seperti putri duyung di dongeng itu, kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebut aku pesimis, tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu, aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu padanya pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.
Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata. Kau ada di hidupku, tapi bukan untuk kumiliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?
Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini, kumohon jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ketujuh. Aku hanya akan membiarkan buih-buih kesedihanku menyaru bersama deburan ombak laut itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku: membiarkanmu bahagia tanpa diriku....
***
Sejak awal direkomendasikan oleh teman. Buku ini adalah buku yang pertama dibaca dari dua lainnya dikarenakan desain sampulnya yang sangat menarik. Menariiik sekali. Bukunya lumayan tipis dan cukup untuk dibaca sekali duduk. Saya pun menyelesaikan buku ini sekitar dua setengah jam.
Mengenai cerita, awalnya saya kira buku ini akan berisi banyak kegalauan. Maklum, saya mulai membaca dari sinopsis di belakang buku. Setelah membaca bab pertama yang pertama terlihat adalah kisah persahabatan. Dimulai dari pertemuan si tokoh utama Rizki dengan kakak beradik Juno dan Arma serta Christine.
Banyak hal yang dapat memotivasi pembaca. Mulai dari prestasi mereka yang luar biasa, cita-cita yang tinggi, persahabatan yang erat, hingga yang cukup menarik bagi saya, yakni pelajaran tentang pentingnya komunikasi. Berbagai model kasus-kasus yang dikarenakan miss communication ditampilkan dalam kemasan buku ini.
"...ada beberapa hal yang harus dikatakan baru bisa dimengerti."
Kalimat yang diberi tanda kutip barangkali mewakili apa yang penulis sampaikan dalam buku ini. berbagai konflik yang terjadi dalam buku ini memiliki titik tolak pada kesalahan pola komunikasi. Mulai dari konflik kakak beradik Arma dan Juno yang cukup terselesaikan dengan panggilan "kak". Pemasalahan keluarga yang dialami Christine dengan orang tua yang super duper sibuk. Pengutaraan cinta Derry kepada Christine yang dilakukan lewat surat yang kemudian di claim oleh pihak tidak bertanggungjawab. Hingga kisah cinta yang viral yakni sang tokoh utama Rizki dan Juno.
Overall buku ini sangat direkomendasikan. Bukan cuma karena kisah cinta didalamnya yang bikin baper, persahabatan yang pasti buat semua iri. Tapi juga menyediakan ilmu dan motivasi yang amat bermanfaat. So, ayo baca!
Oh iya, buat kamu yang tinggal di Garut. Bisa datang ke perpustakaan kami Saung Buku Garut. Buku ini tersedia. Bebas membaca loh! :D
Oh iya, buat kamu yang tinggal di Garut. Bisa datang ke perpustakaan kami Saung Buku Garut. Buku ini tersedia. Bebas membaca loh! :D

Komentar
Posting Komentar