Mengenai Rindu


Tak banyak yang berani bercerita tentang rindunya. Semua hanya berkutat tentang hatinya sendiri. Selalu begitu. Setidaknya itu yang aku tahu.

Hei, kita tak sehebat itu bukan? Aku kebanyakan melahap buku-buku picisan. Meskipun, sebenarnya hanya beberapa. Namun, setidaknya cukup untuk memberi pemahaman bahwa yang namanya rindu itu indah. Hah? Indah? Aku hanya tahu lelahnya. Dan sisanya mungkin hanya khayalan.

Kau tahu? Aku ini gila. Tak henti mengutarakan rindu di tengah riuh suara siang. Membisikkan namamu diantara tenangnya malam. Tak aku mengerti dimana letak baiknya.

Beberapa saat aku teringat perkataan seseorang mengenai rindu. Tentang rindu pada hal yang amat dekat di saat sebelumnya. Juga rindu pada hal yang memang belum ditemui. Begitu yang ia katakan mengenai rindu.

Dan aku punya contoh rindu yang selanjutnya. Rindu ini tentang kamu. Manusia yang lalu lalang di sekitar. Tak begitu dekat. Namun, cukup untukku memiliki rasa penasaran yang lebih. Semua ku cerna begitu saja. Ku pupuk dengan berjuta kata bijak dimana pun aku menemuinya. Semua berkembang dan mencapai titik dimana aku merindukanmu di keadaan lain. Dimana rasa iriku pada orang-orang disekelilingmu terbayarkan. Dimana aku pun punya ceritaku sendiri bersamamu. Dimana aku dan kamu menjadi tokoh utamanya.

Dan cerita lain di sekelilingmu hanya sambilan. Salamku di keadaan kita yang jauh. Semoga rindu terbayarkan kelak.

Sekalipun tidak, aku bisa pergi dengan tenang. Karena pernah memiliki rindu seindah ini.

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMn9Zj9q63VeEUpR8mLqtzleKsWFG0OefAn9NL_et5NI3LvmYxVMZbD37nqUwVIFgMVM1RP0LDwykV4Dn_Pl_JNhkOj5S-TQvY1VQMZWDnKfawR2HqfhMayIIbHckUepKkDaOItCeMJH4/s1600/Kata+Kata+Rindu+Romantis+pada+Seseorang.jpg

Komentar