Biasanya, aku bercerita tentang buku. Tentang kata-kata atau apapun itu yang biasanya tercecer di kertas, atau media lainnya. Kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah perjalanan singkat yang tak banyak mengeluarkan keringat. Hanya saja jutaan kata berhamburan kala itu. Kami, aku suka menyebutnya begitu. Kata "kami" sangat aku suka karena membuat "beberapa orang" ini menjadi satu kesatuan. Ini kami!
Belum semua memang. Masih banyak yang waktunya tak beririsan untuk bertemu dalam sebingkai potret. Namun aku yakin kita selalu bertemu dalam frekwensi malam yang sama, do'a namanya. Cieeeee...
Perjalanan dimulai dari rumah yang mempertemukan kami sekitar satu tahun lalu, Masjid Salman ITB. Obrolan ringan beberapa minggu sebelumnya akhirnya terlaksana di tanggal dua sampai tiga september lalu. Perjalanan Salman menuju Ciroyom dilanjutkan dengan bus tua menuju Cipendeuy, rumah Ka Septian.
Candaan tak henti diutarakan. Terlebih kala teman sebelah di bus tua membuat kaget. Tapi tetap menjadi bahan candaan. Ini kejahilan kami!
Bersambung...



Komentar
Posting Komentar