Berkali aku teringat perkataan orang tua mengenai subuh. Mengenai waktu dimana rezeki datang sebelum pagi menjelang. "Bangun, keburu rezeki dipatok ayam!" Kurang lebih begitu bunyi seorang emak kala membangunkan anaknya di pagi hari.
Mulanya aku menyangkal. Dan seperti pemuda-pemuda di era ini. Teman-temanku bahkan menjadikannya gurauan PHB mereka menyebut dirinya sendiri. PHB adalah akronim dari pasukan hudang beurang. Bila diterjemahkan kurang lebih maknanya pasukan bangun siang. Bangga karena tidur kepagian dan bangun kesiangan.
Masih tentang PHB. Kamu pasti tahu apa rutinitasnya? Ya, benar tak lebih seperti burung hantu. Mata tak bisa terlelap sebelum benar-benar terlelap dengan sendirinya (baca: ketiduran). Begadang dengan ditemani cemilan seadanya. Sesekali berkumpul untuk mengobrol atau bahkan tanpa mengobrol. Yang penting begadang.
Begitulah rutinitasku sebagai punggawa dari PHB. Kebanggaan mulai surut saat obrolan ringan itu dimulai. Pembicaraan dimulai dengan sebuah hadits. Begini bunyinya:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مَنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Dua rakaat (sebelum) Subuh lebih baik daripada dunia seisinya (HR. Muslim).
Logis sekali! Mungkin emak sudah khatam membaca hadits ini. Atau bahkan benar-benar paham. Sampai-sampai intisarinya pun jelas.
Mengitari ke fakta-fakta lain. Aku jadi ingat disetiap pagi para pedagang memang selalu berniaga mulai pagi sekali. Disitu rezekinya, aku pikir begitu. Mereka dengan finansial yang memadai memang memulai hari lebih awal.
Di kasus lain, disetiap perang aku yakin dimulai sejak pagi. Maklum, muslim kan punya shalat shubuh. Persiapan matang tentu yang muslim punya.
Kembali ke hadits. Teksnya mungkin hanya merujuk pada shalat sebelum shubuh. Namun, secara tersirat memerintahkan untuk selalu mempunyai persiapan yang lebih. Khususnya, bangun dan memulai hari lebih dahulu dari orang lain.
Akhir pembicaraan ditutup dengan obrolan ringan nan baper. Kalau nanti kita melamar seorang anak gadis dan si ayah menanyakan apa yang kita punya. Maka bisa kita jawab dengan "Saya punya sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya." Tapi jangan langsung dicoba, ya!
Tulisan ini ditulis saat aku sedang waras. Hehe
Sumber gambar: http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/waktu-fajar-ilustrasi-_120509214745-983.jpg

Kereeen. Ah, update nggak beja-beja T-T
BalasHapusHehe. Sedang waras..
HapusPreet
BalasHapus