Cepatlah Pagi


Aku malu menatapmu begitu
Raut mukamu
seperti langit kala subuh
dengan dedaunan dan embun
rerumputan terinjak
kau menangis
aku bisu

risau
ingin aku berceloteh beberapa patah kata
mengundang lekuk bibirmu
bukannya terucap
malah urung
aku tak kenal kamu yang tak kenal aku

matamu milik-Nya
jangan buat ia terluka

cepatlah pagi

Sumber gambar: http://wahdah.or.id/wp-content/uploads/2014/07/tangis.jpg

Komentar