Sang Angan

Satu dua
Ku hitung langkah hingga tak hingga

Bilangan-bilangan yang tak lagi punya angan
Menguap bersama dedaunan yang layu di musim gugur

Tiga empat
Ku buka lembaran-lembaran singkat

Kata-kata yang tak lagi punya makna
Lenyap bersama embun yang jatuh ke tanah kala subuh

Lima enam
Ku penjamkan mata kala mentari benar-benar terbenam

Mimpi-mimpi yang berhamburan di langit tanpa rupa
Abstrak namun mengena di jiwa

Lenganku tlah rapuh
Namun ia tak mengeluh

Padamu sang angan merah masak
Namamu ku dekap dalam diam

Komentar