Suhuf-suhuf tak lagi bertebaran.
Telah rapi tersusun di rumah-rumahnya.
Bukan hanya melirik.
Banyak kubaca dan akhirnya terhenti.
Seluas itu langit biru.
Sayangnya, aku hanya merindu biru langit di satu suhuf.
Didalamnya ada cerita yang belum usai.
Bahkan, belum dimulai.
Sayangnya, aku hanya merindu biru langit di satu suhuf.
Didalamnya ada cerita yang belum usai.
Bahkan, belum dimulai.
Tokohnya aku dan kamu yang mungkin tak rindu.

Komentar
Posting Komentar