Ketika kata tak berjumpa dengan makna
Ketika senyum senda gurau dimaknai berbeda
Aku yang memaknai kita sebagai laut yang tenang
Dengan ikan-ikan yang menari diantara jeda ombak
Aku yang memaknai kita sebagai langit biru
Dengan burung-burung yang berterbangan diantara arak-arakan awan
Sementara disana, laut berubah pasang
Angin bertiup kearah darat yang membuat karam
Sementara disana, langit berubah badai
Dedaunan terbawa hingga tempat nan porak poranda
Dan aku hanya duduk diam memerhatikan laut dan langit
Diantaranya ada kekosongan
Tempatmu, semoga terbawa pasang bersama cerita
Senyummu, semoga kan hilang terbawa badai di sore hari tanpa bersisa
Sial, ini hanya lamunanku
Dan mata, tak henti meratapi ketidakmampuanku beranjak dari diam
Dan mimpi, tak jua izinkan aku terbangun lebih dini kali ini
Komentar
Posting Komentar