Cakrawala terbentang, dan kita kesepian
Desir angin, menyentuh peluh dengan lembutnya
Dan aku, mengeja rasa tanpa berkata
Mentari menyapa, dan kita tak lagi punya alasan
Dedaunanpun menari, tak mau kalah mereka pada langit yang tengah riang
Dan kamu, mengeja rasa tanpa suara
Berbisiklah dan aku kan berjalan mengikuti arah angin
Mengumpulkan keping-keping kisah di sepanjang jalan
Menjadi gelandangan yang memungut sisa-sisa dengan tertawa
Dan kita, mengeja rasa dengan bercerita
Gambar oleh: Yazid Sutan
Komentar
Posting Komentar