Riuh

Riuh, kurasa langit baru saja berceloteh
Gemuruh, tak membendung mauku
Menafsirkan rasa, itu yang semua orang lakukan

Ia marah, ia menangis, ia terluka

Cerdas, semua menjadi penafsir yang handal
Penafsir, hanya pemerhati yang seolah naik tahta

Ia marah, ia menangis, ia terluka

Tak kau hibur, hanya menerka-nerka

Ku mau tutup saja mata hingga semua singgah menjauh
Tertawa, bukankah pengalihan yang tepat?

Maaf, sepertinya aku akan berdusta lagi
Biar ku pasang peredam bising di ruangan ini
Biar tak mereka rasakan hujan yang lebat diluar sana

Komentar