Sekembalinya kau dari sepi
Kala itu, kutitipkan rembulan seutuhnya padamu
Purnama yang baru kemarin kita nikmati
Arak-arakan bintang hanya tersenyum tanpa balas
Lucu, mereka hanya menertawai
Sinis terlontar kepada mereka yang kemarin bercerita
Mereka menuju atap
Sibuk mengeja raut wajah pada sang terkasih
Mereka lupa penghibur laranya kemarin
Lupa pada sapu tangan yang menghapus air mata kesendirian
Mereka orang-orang yang berjalan di malam hari
Dan tertidur saat mentari menampakkan wajah
Komentar
Posting Komentar