Semilir angin menghembus dari sela-sela bibirmu
Menyingkap berbagai makna dan aksara
Kiranya, tak ada rangkaian yang kosong meski sesekali kelu
Kau pengayom aku yang kala itu dibanjiri deras air mata
Dulu, beserta tangisku ada engkau yang datang
Kini, beserta bayangmu justru mata ini yang menangis
Aku rindu
Maaf dariku yang belum jua menjadi obat laramu
Maaf dariku yang belum pantas menjadi penghias dunia dan akhiratmu
Doakan
Aku tengah mengeja
Aksara demi aksara yang lampau pernah kau papah dengan sabar kepadaku
Ibu
Komentar
Posting Komentar