Dikala adzan, kening dingin ucap pun parau
Dikala adzan, mata sayu dan kabur penglihatanku
Dikala ini aku rindu
Dikala ini aku ingin bercerita
Aku tengah sepi, Mah
Aku tengah bimbang
Sebagai lelaki aku malu menitikkan air mata
Namun mengingatmu, disini
Ditempat aku belajar menghidupi diri
Aku menangis dengan tak terbendung
Bersembunyi, aku malu pada rerumputan dan langit maghrib ini
Tangis ini hanya untukmu, Mah
Engkau yang dititahkan Tuhan menjagaku
Bahkan kala aku belum bernama
Dan engkau pula yang beri aku nama
Katamu namaku adalah nama orang hebat dimasa lampau
Tangis ini hanya untukmu, Mah
Dan dikala doaku pada Tuhan, disanapun aku teringat dirimu
Engkau yang inginkan aku menjadi hebat
Doakan aku, Mah
Aku rindu
Ingin aku pulang
Menangis dan mengadu dipangkuanmu
Sebagai lelaki aku malu
Namun, denganmu aku ingin menangis sekencang-kencangnya
Moga Bunda Disayang Allah
Aamiin 🙏🙏🙏
Komentar
Posting Komentar